Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2026

Opini - Politik dalam Hubungan

Gambar
Dulu, banyak temen-temenku yang heran kenapa aku bisa berantem sama pasanganku cuma karena politik. Tapi menurut aku persoalan politik itu bukan 'cuma' , politik itu segalanya di hidup ini.  Kalau ada yang bilang, "Politik ga harus dibawa ke topik orang pacaran" jelas aku ga setuju . Karena pacaran itu seharusnya obrolin semua hal yang terjadi di dunia ini. Misalnya, kamu pilih mie ayam atau bakso? kucing bisa masuk surga apa engga? atau apakah prabowo beneran cuma punya 1 bij— Yaa gitulah...pokoknya kalo isi obrolan di hubunganmu cuma cinta-cintaan ya percuma, ngapain jalin hubungan kosong? kalau semisal nanti hubungannya berakhir—dan kamu ga dapet apa-apa—lalu apa gunanya waktu yang terbuang kemarin? apa kamu puas hanya dengan panggilan sayang dan kata-kata manis itu? Aku juga pernah liat postingan " journaling ini sebelum punya pasangan" yang diposting oleh @lulanalife on Instagram. Salah satunya adalah journaling mengenai Political Views dan Social ...

Opini - Cantik atau Algoritma Licik?

Gambar
Kemarin, aku liat salah satu konten di TikTok yang beropini bahwa cancel culture tidak pernah benar-benar berhasil diterapkan di Indonesia semata-mata karena beauty privilege. Content creator itu menjadikan Julia a.k.a Jule sebagai contoh. Jadi, inti narasi yang dia bangun adalah, selama pelakunya punya daya tarik fisik yang memenuhi standar, kesalahan fatal apa pun pada akhirnya akan dimaafkan. Sejujurnya, narasi ini terkesan menyederhanakan kegagalan cancel culture hanya pada urusan beauty privilege.   Sebagai seseorang yang pernah membedah fenomena ini secara akademis di bawah bimbingan dosen ( ea ), rasanya kesimpulan itu tuh terlalu dibuat-buat, apalagi di videonya dia sama sekali tidak mencantumkan data dan argumen para ahli psikologis. Menyimpulkan bahwa gagalnya cancel culture murni karena beauty   privilege sama aja kaya mengabaikan betapa kompleksnya sosiologis dan literasi digital masyarakat kita ( ya meskipun... ). Faktor visual, atau yang dalam psikologi d...