Mana Mungkin?
Kita adalah dua nama yang tak akan pernah disangka bisa berada dalam satu kalimat. Jangankan membayangkan kita sedekat ini, sekadar mengira kita berteman pun tak pernah terlintas di benak mereka. Kadang aku berpikir, apakah ini suatu hal yang romantis? Ataukah justru miris? Frekuensi rasa ini hanya bisa ditangkap oleh kita berdua. Di mata dunia, kita adalah dua garis sejajar yang mustahil bersinggungan, padahal di belakang panggung, kita sudah merajut tali itu hingga setengah jalan.
Wajar saja jika mereka tertipu oleh bingkai yang kita ciptakan. Di luar sana, tak ada tegur sapa yang hangat, tak ada basa-basi, atau sekadar obrolan yang saling menyinggung satu sama lain. Kita terlihat sangat jauh dari kata dekat. Entah karena kamu malu, atau karena kamu memang tidak ingin ada orang lain yang tahu.
Kadang, ada yang menautkan alis keheranan saat kamu tanpa sengaja membicarakan kegiatanku yang seharusnya hanya diketahui oleh segelintir orang. Mereka tak pernah tahu, bahwa nyaris semua hal tentangku telah kuceritakan padamu, setiap kali semesta memberi kita kesempatan untuk bicara.
Jika suatu hari nanti ada yang secara asal menyandingkan nama kita berdua, bisa dipastikan seisi ruangan akan tertawa atau mengerutkan kening sambil berucap, "Mana mungkin?" Ya, mana mungkin. Karena kita adalah dua hal yang paling tidak tertebak.
Mereka tidak tahu bagaimana sepasang mata ini bisa saling mencari saat atensi orang lain sedang teralihkan. Mereka tidak tahu ada durasi tatapan intens yang sering kali tertahan di udara, menyalurkan ribuan kata tanpa satu pun suara yang terucap. Mereka tidak pernah melihat seberapa panjang dan hidupnya obrolan kita saat jarak terkikis. Mereka sama sekali tidak menyadari bahwa kecanggungan dan sikap dingin yang sengaja ditampilkan di luar sana, sebenarnya adalah sebuah keterpaksaan.
Melihat bagaimana teman-teman di sekitar sama sekali tidak menyadari dinamika ini, terkadang terasa seperti sebuah komedi kecil yang diam-diam kunikmati.
Jadi, biarlah orang-orang tetap terlelap dalam asumsinya. Biarkan mereka mengira bahwa tidak ada apa pun di antara kita. Karena terkadang, sesuatu yang dirahasiakan justru terasa jauh lebih nyata dan mendebarkan. Biar ini menjadi rahasia kecil yang hanya kita dan riuh di kepala kita yang tahu.

Komentar
Posting Komentar