Opini - Politik dalam Hubungan


Dulu, banyak temen-temenku yang heran kenapa aku bisa berantem sama pasanganku cuma karena politik. Tapi menurut aku persoalan politik itu bukan 'cuma', politik itu segalanya di hidup ini. 

Kalau ada yang bilang, "Politik ga harus dibawa ke topik orang pacaran" jelas aku ga setuju. Karena pacaran itu seharusnya obrolin semua hal yang terjadi di dunia ini. Misalnya, kamu pilih mie ayam atau bakso? kucing bisa masuk surga apa engga? atau apakah prabowo beneran cuma punya 1 bij—

Yaa gitulah...pokoknya kalo isi obrolan di hubunganmu cuma cinta-cintaan ya percuma, ngapain jalin hubungan kosong? kalau semisal nanti hubungannya berakhir—dan kamu ga dapet apa-apa—lalu apa gunanya waktu yang terbuang kemarin? apa kamu puas hanya dengan panggilan sayang dan kata-kata manis itu?

Aku juga pernah liat postingan "journaling ini sebelum punya pasangan" yang diposting oleh @lulanalife on Instagram. Salah satunya adalah journaling mengenai Political Views dan Social Issues. Dan aku setuju pake banget! Menurut aku—sebelum menjalin hubungan—memang harus ada kesepakatan dengan diri sendiri maupun pasangan, mengenai pandangan politik. Apalagi politik di Indonesia kan... 

Tapi bukan berarti kita harus cari pasangan yang selalu sependapat dalam pandangan politik, boleh kok ga sependapat, tapi harus sepakat untuk tidak menyinggung pendapat pasangan. Terus kenapa dong di awal tadi aku bilang kalo aku bisa berantem sama pasanganku karena politik? Ya pastinya karena dia kaum 58% yang tiap debat ketikannya kaya komen tiktok. 

EH BECANDA GUYSS!!! 

Ya pastinya karena aku yang belum cukup dewasa waktu itu. 

Tapi kalo bisa pilih ya... jauh di dalam lubuk hati, aku pengen pasanganku nanti—setidaknya—tidak mendukung pria nyawit itu. Bukan berarti harus membenci ya, aku juga ga segitunya kok sama dia (kayanya), tapi memang seharusnya kita sebagai WNI tidak membenarkan kebijakannya yang jelas-jelas merugikan itu. Gapapa kalau misal kamu memang dengan sengaja pilih angka genap di Februari 2024 kemarin—karena setelah kamu menancapkan paku ke selembar kertas itu—kamu ga ada kewajiban kok untuk terus membela kebijakan mereka.

Jadi—kalau bisa—sebelum menjalin hubungan, coba deh cari solusi dari pertanyaan ini biar kamu mateng dulu secara pribadi, dan nantinya kamu bisa lebih siap dalam menjalin hubungan dengan orang tersayang.

  1. Gimana cara kamu menavigasi kalau ada perbedaan opini seputar pembicaraan politik? 
  2. Seberapa besar pengaruh perbedaan pandangan politik dalam hubunganmu? 
  3. Gimana cara kamu mengkomunikasikan dan mengkompromikan masalah politik dalam hubunganmu? 

cc: @lulanalife

Kalau udah nemu jawabannya, boleh share di kolom komentar biar aku bisa baca pendapat kalian juga hehehe (peace)

Komentar

Posting Komentar