Mana Mungkin?
Kita adalah dua nama yang tak akan pernah disangka bisa berada dalam satu kalimat. Jangankan membayangkan kita sedekat ini, sekadar mengira kita berteman pun tak pernah terlintas di benak mereka. Kadang aku berpikir, apakah ini suatu hal yang romantis? Ataukah justru miris? Frekuensi rasa ini hanya bisa ditangkap oleh kita berdua. Di mata dunia, kita adalah dua garis sejajar yang mustahil bersinggungan, padahal di belakang panggung, kita sudah merajut tali itu hingga setengah jalan. Wajar saja jika mereka tertipu oleh bingkai yang kita ciptakan. Di luar sana, tak ada tegur sapa yang hangat, tak ada basa-basi, atau sekadar obrolan yang saling menyinggung satu sama lain. Kita terlihat sangat jauh dari kata dekat. Entah karena kamu malu, atau karena kamu memang tidak ingin ada orang lain yang tahu. Kadang, ada yang menautkan alis keheranan saat kamu tanpa sengaja membicarakan kegiatanku yang seharusnya hanya diketahui oleh segelintir orang. Mereka tak pernah tahu, bahwa nyaris se...